Revitalisasi Stasiun Tugu Ditarget Rampung Tahun 2014

YOGYA (KRjogja.com) – Revitasisasi kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta yang akan terintegrasi dengan kawasan Malioboro ditarget rampung pada 2014 mendatang. Saat ini Pemerintah Propinsi (Pemprop) DIY bersama dengan pihak PT Kereta Api (KA) persero tengah melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai status tanah.

Kepala Stasiun Tugu Yogyakarta, Asdo Artrivianto mengungkapkan, penyelesaian persoalan status tanah yang sebagian besar merupakan kawasan Sultan Ground (tanah milik Kraton. red) tersebut ditergetkan untuk selesai pada tahun 2012. Setelah status tanah jelas, maka realisasi pembangunan kawasan Tugu akan dimulai pada tahun itu juga.

“Saat ini sedang kita petakan bersama, mana yang merupakan tanah milik PT KA dan mana yang merupakan Sultan Ground. Selanjutnya, jika memang ada area yang masuk Sultan Ground, apakah pihak Pemerintah Propinsi DIY mau memberikan kemanfaatannya. Kita akan tunggu penyelesaian ini paling lambat sampai 2012,” ujarnya di Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin (23/5).

Menurutnya, Stasiun Tugu Yogyakarta akan dikembangkan menjadi sentra meeting point dengan berbagai fasilitas komersial dan terintegrasi dengan kawasan Malioboro. Stasiun Tugu juga akan memperluas area parkir dan area untuk penumpang.

“Pengembangan Stasiun Tugu ini diharapkan bisa memberikan andil dalam penyelesaian sempitnya lahan parkir. Ini sekaligus juga dimaksudkan untuk mengatur tata kota khususnya di kawasan Malioboro. Rencananya akan kita buat dua saff basement atau ruang bawah tanah yang dapat menampung sekitar 1.800 kendaraan roda empat,” katanya.

Secara garis besar, lanjutnya, Stasiun Tugu juga akan dikembangkan untuk menjadi pusat perkantoran, pertokoan dan perhotelan. Konsepnya akan sama seperti halnya yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Pengunjung stasiun maupun yang ingin menuju Malioboro, bisa memarkir kendaraan di basement stasiun yang akan langsung terhubung dengan area parkir Abu Bakar Ali.

“Sesuai arahan Gubernur, perlu dilakukan pemetaan lebih lanjut termasuk menarik investor untuk bekerjasama. Langkah awal yang akan dilakukan adalah memperjelas status legalitas tanah. Master plan sendiri ditarget selesai pada akhir tahun ini dan pembangunan total ditargetkan selesai 2014 mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Bapeda DIY, Gatot Saptadi menambahkan, kawasan stasiun Tugu sekitar 70 persen areanya merupakan milik Sultan Ground. Karena itu perlu dilakukan identikasi status tanah untuk mempejelas kaitan kepemilikan dan andil ekonomis yang dapat diberikan.

“Kita butuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk melakukan identifikasi. Kami juga akan melakukan pembaruan MoU antara Pemprop DIY, Pemkot Yogyakarta, pihak Kraton dan pihak PT KA. Kita sepakati bersama bahwa pengembangan Tugu ini juga merupakan bagian dari penataan Malioboro,”
imbuhnya. (Ran)

Image

Stasiun Tugu Akan Terintegrasi Dengan Kawasan Malioboro

YOGYA (KRjogja.com) – Stasiun Tugu Yogyakarta akan dikembangkan menjadi sentra meeting point dengan berbagai fasilitas komersial. Dalam waktu kedepan, Stasiun Tugu juga akan terintegrasi dengan kawasan Malioboro.

Direktur Utama PT Kereta Api (KA) Persero, Ignasius Jonan mengungkapkan, selain mengembangkan berbagai fasilitas, Stasiun Tugu juga akan memperluas area parkir dan area untuk penumpang. Hal ini mengingat pengguna fasilitas di stasiun tesebut diperkirakan akan terus naik.

“Setiap tahun pengguna Stasiun Tugu selalu naik sekitar 5 persen dari sekitar 20 juta orang. Karena itu kami memiliki inisiatif untuk pengembangan Tugu bersama dengan Pemprop DIY dan Pemkot Yogyakarta. Tahapan awal yang telah ditempuh adalah membentuk tim dan diharapkan tahun ini bisa segera dimulai,” ujarnya usai bertemu dengan Gubernur DIY di komplek Kepatihan, Senin (28/2).

Kepala Humas PT KA (Persero) Eko Budianto menyebutkan, pengembangan Stasiun Tugu ini dimaksudkan untuk pemberdayaan space yang ada untuk disinkronkan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Hal ini mengingat penumpang di stasiun Tugu dalam masa puncak selalu mengalami peningkatan.

“Dalam satu hari, Stasiun Tugu bisa kedatangan penumpang sampai 6 ribu orang. Sedangkan dimasa peak season atau puncak mencapai 8 ribu orang. Namun pengembangan Tugu ini bukan berarti hanya fokus pada kebutuhan kapasitas penumpang tetapi lebih pada integrasi dengan pemerintah daerah termasuk kawasan Malioboro,” katanya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Tugu Yogyakarta, Asdo Artrivianto menambahkan, pengembangan stasiun Tugu ini diharapkan bisa memberikan andil dalam penyelesaian sempitnya lahan parkir. Ini sekaligus juga dimaksudkan untuk mengatur tata kota khususnya di kawasan Malioboro.

“Integrasi Tugu dan Malioboro ini diantaranya untuk membantu lahan parkir. Rencananya akan kita buat dua saff basement atau ruang bawah tanah yang dapat menampung sekitar 1.800 kendaraan roda empat. Karena saat ini hanya menampung sekitar ratusan saja,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Asdo, secara garis besar Stasiun Tugu juga akan dikembangkan untuk menjadi pusat perkantoran, pertokoan dan perhotelan. Konsepnya akan sama seperti halnya yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Sesuai arahan Gubernur, perlu dilakukan pemetaan lebih lanjut serta menarik investor untuk bekerjasama.

“Langkah awal yang akan dilakukan adalah memperjelas status legalitas tanah. Karena beberapa masih ada yang milik Kraton dan milik PT KA. Master plan sendiri ditarget selesai pada akhir tahun ini. Diharapkan nantinya kereta yang berhenti di Tugu bisa melakukan transit hingga 15 menit untuk penumpang berbelanja maupun menikmati fasilitas yang ada,” imbuhnya. (Ran)

 

Quote :

Mal Akan Dibangun di Stasiun Tugu Yogyakarta

Stasiun Tugu Yogyakarta yang merupakan salah satu Bangunan Cagar Budaya (BCB) rencananya bakal direvitalisasi menjadi pusat perbelanjaan, perkantoran, dan area parkir. Pembangunan paling lambat akan dimulai tahun 2012 dan ditargetkan selesai pada 2014 mendatang.

Rencana revitalisasi ini dilakukan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) oleh Pemerintah Provinsi DIY bersama Pemerintah Kota Yogyakarta dan PT Kereta Api Indonesia di Kantor Gubernur DIY Kompleks Kepatihan, Senin (10/9).

Dirut PT KA Ignasius Johan mengatakan pengembangan kawasan tugu yang terintegrasi dengan Malioboro tersebut tidak mengubah bangunan stasiun sebagai BCB. “Dimaksudkan untuk meningkatkan layanan pada pengguna jasa kereta api yang berasal dari berbagai daerah,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa pertumbuhan penumpang jasa kereta api naik sekitar 10 hingga 17 persen tiap tahunnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X pun sependapat bila revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan intensitas pemanfaatan lahan. Setidaknya, kata Sultan, revitalisasi ini mencakup tiga substansi dasar, yakni perwujudan sumber daya, prospek ke depan, dan asas kemanfaataan. “Untuk mencapai ketiga substansi dasar tersebut, studi kelayakan perlu dilakukan. Dalam 12 bulan ke depan diharapkan tim sudah menghasilkan prastudi kelayakan yang memadai,” papar Sultan.

Kepala Stasiun Tugu Yogyakarta, Asdo Artrivianto menambahkan, revitalisasi stasiun Tugu ini akan meliputi dua titik. Kawasan atas akan dibuat area parkir yang bisa menampung sekitar 1.800 kendaraan roda empat. Untuk kawasan atas akan dimanfaatkan untuk meeting point kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan.

sumber : http://www.kaskus.us

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s