Jagongan wagen

mencari celah sekecil mungkin untuk mengekplorasi tubuh dan menghargai betapa sebuah gerakan kecil mampu menghipnotis penonton. Sebuah koreografi gerak yang mengambil inspirasi dari kehidupan sehari-hari….so….cocok untuk menambah referensi kita dalam memaknai gerak tubuh dalam sebuah tarian

Advertisements

HOMAGE

G. sidharta Soegijo dalam Seni Rupa Indonesia

YOGYAKARTA NASIONAL MUSEUM, 22 JANUARI s/d 05 FEBRUARI 2010

Pameran ini menampilkan karya-karya yang dianggap bisa mewakili beberapa tonggak pencapaian artistik .G Sidharta, dan tentunya tak semua karya yang pernah dikerjakannya bisa ditampung pada pameran kali ini. Pokok penting yang hendak disasar pada pameran kali ini juga soal peringatan 1000 hari meninggalnya beliau, ihwal memaknai kenangan kerja keras yang dilakukan seorang seniman. Selebihnya, kita berharap : mudah-mudahan bisa mengambil pelajaran dan manfaat dari pergulatan kreatif sosok Gregorius Sidharta Soegijo. Karya-karya yang dipamerkan adalah lukisan, patung, grafis, dan beberapa dokumen visual karya-karya public yang pernah dikerjakan G. Sidharta selama ia bekerja di Bandung, Yogyakarta, Jakarta maupun di luar negeri. Kawan-kawan seniman di Asosiasi Pematung Indonesia bahkan berinisiatif lebih jauh lagi dengan mengumpulkan dan menata barang-barang serta dokumen pribadi (milik keluarga G. Sidharta) untuk ditunjukkan kepada public seni rupa secara luas. Judul Pameran : “Homage : G. Sidharta Soegijo dalam Seni Rupa Indonesia” jelas adalah ungkapan rasa hormat dan penghargaan dari para seniman yang pernah menjadi sahabat, kawan, ‘lawan’ diskusi, atau murid G. Sidharta, dan tentunya sama sekali tidak bermaksud mengkultuskan atau mengagungkan ihwal sosoknya. “Saya ingin mengaitkan [diri] kembali dengan jalur kehidupan tradisi, disamping sekaligus tetap berdiri di alam kehidupan masa kini, yang berarti satu keinginan untuk menghilangkan

G. sidharta Soegijo dalam Seni Rupa Indonesia

YOGYAKARTA NASIONAL MUSEUM, 22 JANUARI s/d 05 FEBRUARI 2010