Chatting

Inilah sepenggal kisah yang terjadi begitu saja.Tanpa ada rekayasa atau bumbu-bumbu dalam cerita ini agar menarik untuk dibaca. Seperti namanya ternyata dunia maya tidaklah seindah dunia nyata. Dunia yang penuh dengan mimpi-mimpi, warna-warni, merah, biru, jambon, oranye, jingga bianglala atau senja. Dunia dimana kita bisa sejenak meninggalkan rutinitas-rutinitas menjemukan, membosankan yang barangkali saja terasa menjerat dan mengantarkan kita ketiang gantungan bernama stress depresi dan kroni-kroninya. Kita bisa terhibur bahkan tertawa terbahak-bahak ketika kita telah masuk kedalamnya. Ha..ha..ha.. ternyata tekhnologi bisa memporak-porandakan suasana dan hati kita. Semakin murahnya tiket masuk kedunia maya semakin rentan pula kita terjebak kedalam sistem atau aturan yang diterapkan oleh dunia maya dan konco-konconya tersebut. Euforia menyebar tanpa kita sadari. GILA !!! Gila yang absurd. Dunia maya memang selalu menjanjikan dan memanjakan keinginan kita. Pertanyaan yang paling mendasar adalah sejauh mana kita butuh media bernama internet yang memudahkan kita dalam mencari jutaan informasi mulai dari kebudayaan, tekhnologi, iklan, informasi barang murah, berita terbaru, sampai dengan mencari teman, kontak jodoh (disertai dengan photo) ? Dengan semakin mudahnya kita menggunakan fasilitas yang diberikan apakah tidak menutup kemungkinan ada resiko dibelakangnya yang barangkali tidak kita sadari.

Dari sinilah cerita akan kuawali dan bergulir. Bermula dari keinginanku untuk mencari teman sebanyak-banyaknya mengantarkankanku kedalam dunia yang akrab disebut Chatting. Aku seperti menemukan suasana baru dimana aku bisa berkenalan dengan orang yang sama sekali tidak kukenal. Begitu mudahnya percakapan tercipta bahkan tanpa ada hitungan detik semuanya berjalan mengalir begitu saja. Ngobrol kesana kemari, ketawa-ketiwi, menangis, menghujat, mengobral janji sampai dengan curhat. Mungkin terlihat naif ketika aku akan menceritakan kisahku ini, tapi semoga saja kalian yang suka chatting kudoakan suatu saat mengalami hal yang saat ini kurasakan. Aku belum lama mengenalnya. Tidak ada yang spesial dari sosok yang aku kenal ini. Kami hanya ngobrol biasa, tidak lebih. Hingga suatu ketika sosok yang bagiku begitu misterius curhat seputar hubungannya dengan pacarnya, cinta cinta cinta dan cinta. Obrolan kami semakin nyambung. Entahlah tiba-tiba saja aku kepingin keluar sebentar untuk melihat langit. Jangkrik…senja begitu indah. Semburat emasnya terasa lembut menembus rimbun dedaun menembus tanah dan seperti menciptakan garis garis tegas yang memancarkan kehangatan. Lalu aku ceritakan kepadanya baru saja aku melihat senja yang begitu indah, senja yang tak pernah berhenti menyapaku setiap sore, senja yang tak pernah berhenti memancarkan sinar kehangatan, senja yang begitu memahami dan selalu setia menemaniku ketika aku terpuruk dalam kegalauan hati.

Malam hari. Aku tidak tahu pasti jam berapa ketika aku online ternyata diapun online dan yang terjadi obrolan demi obrolan kembali tercipta, lebih tepatnya kami ciptakan. Topik demi topik kami angkat dan bahas secara sederhana. Ternyata waktu memang tidak pernah mau diajak berkompromi. Akhirnya obrolan kami putus karena masing-masing sudah mulai ngantuk. Anehnya lagi obrolan itu kuakhiri dengan meninggalkan nomer HP. Tidak tepat kalau waktu itu dikatakan pagi karena saat aku terbangun dari tidur didalam kamarku terasa sedikit panas. Saat itu keinginanku hanyalah mengambil HP. Aku kaget ketika membaca SMS yang ternyata dari dia. Intinya dia memberi tahu kalau mau SMS atau telpon silahkan menghubungi nomer ini. Jujur aku bingung saat itu, tapi senang. Tidak pernah kubayangkan itu semua bakal terjadi.

Hari demi hari kami saling bekomunikasi hanya kali ini via SMS atau sesekali telpon. Disadari atau tidak obrolan kami mulai menjurus tentang perasaan yang masing-masing kami rasakan. Sampai tulisan ini aku tulis aku masih merasa heran dan takjub begitu misterikah cinta itu. Kita tidak pernah bisa menduga kapan perasaan itu datang dan pergi. Kita hanya bisa menerima, ngopeni, memupuk juga menyirami untuk terus tumbuh dan tumbuh. Hingga pada suatu ketika aku memberanikan diri untuk mengutarakan perasaanku padanya. Aku tahu kemungkinan itu sangatlah kecil karena hatinya sudah dijaga oleh seseorang disana. Tapi aku juga tidak mau memunafiki diriku bahwa ada sesuatu yang tumbuh dihatiku. Dan apa yang aku rasakan ternyata juga dirasakan olehnya, hanya saja dia masih mempunyai seseorang yang selama ini menjaga hatinya. Setiap saat komunikasi masih terjalin apik meskipun batin kami sebenarnya bergejolak. Masing-masing dari kami berusaha untuk saling menjaga perasaan. Lalu atas dasar apakah perasaan itu hadir dihati kami ketika suatu pagi sebuah kejujuran diutarakan, dia mencintaiku seperti akupun mencintainya. Dia punya seseorang disana, tapi dia juga tidak bisa menghindari ada perasaan yang tumbuh dihatinya untukku, dia merasa nyaman bersamaku, dia merasa bahagia bersamaku tetapi dari semua itu dia juga tidak mau mengkhianati perasaannya terhadap seseorang yang telah menjaga hatinya. Sejak pengungkapan itu kami tetap berusaha untuk terus dan terus menjaga perasaan masing-masing, hingga suatu saat dia berkata lebuh baik kita bersahabat saja. Aku kaget dengan pernyataan dia dan aku mencoba untuk menghargai keputusannya. Apapun yang terjadi, apapun yang dirasakan saat ini oleh kami dan apapun yang bergejolak dihati kami biarlah menjadi misteri, seperti cinta itu sendiri yang datang dan pergi tanpa kita sadari.

Kepada seorang gadis bermata senja kuungkapkan semua ini dalam tulisan karena aku tidak tahu prahara ini harus kulampiasakan dengan apa dan kepada siapa….

Surat

Dear matahariku

Bagaimana kabarmu hari ini ? aku tahu pastinya begitu sulit hari hari yang kau lewati tanpa ada aku disampingmu. Aku sendiri juga merasakan hal yang sama disini. Aku maklum, keadaan yang membuat kita tidak bisa atau barangkali kita memang tidak mungkin bertemu.

Matahariku

Setiap kali melihat senja selalu saja aku teringat kepadamu. Warna emasnya selalu mengingatkan kepada kita bahwa cinta kitapun murni seperti senja yang berwarna keemasan. Kau pasti masih ingat juga ketika pada suatu sore aku bercerita tentang suasana ditepi pantai, dimana cahaya senja selalu setia membagi kilau emasnya yang begitu hangat kita rasakan setiap sore.

Matahariku

Betapa begitu indahnya arti sebuah kejujuran dan ketulusan.Entahlah mengapa akupun tidak pernah merasa takut untuk memulai merangkai satu persatu kata demi kata, kalimat demi kalimat untuk mengungkapkan betapa begitu dalamnya perasaanku kepadamu. Perasaan yang sangat kuat, begitu dahsyat yang membuat jantung berdetak, nafas serasa berhenti yang kau juga merasakannya. Aku masih ingat ketika itu kau tiba-tiba datang hadir dalam kehidupanku. Kehidupan yang sebelumnya terasa biasa hingga seolah-olah seperti menjebakku dalam rutinitas kepalsuan. Bagaimana aku bisa membohongi diriku sendiri ketika secara ajaibnya tumbuh sesuatu yang aku sendiri tak mengerti apakah sesuatu itu. Aku hanya bisa merasakan bahwa dari hari kehari sesuatu itu semakin berkembang begitu cepat. Kadang-kadang aku merasa takut gerangan apakah yang tumbuh itu yang akhir-akhir ini menjadikanku gelisah dan sulit tidur nyenyak. Apakah aku telah jatuh cinta?

7 Desember 2008 jam 10.53:23 kebimbangan itu pecah

dan mengulirkan sebuah pernyataan,

kau mencintaiku.

Siapakah yang mampu meredam gejolak prahara hati?

Siapakah yang bisa membaca langkah kaki

Aku telah bermain api

Aku menjadikan diriku seorang nabi

Dedaun tak lagi membias senja

Semar menjauhkan makna

semesta menggurat pekat

aku larut dalam bebaris kalimat qur’ani

dan diantara doa para wali

kuselipkan namamu disini

alif…

lam…

mim…

masih kusimpan cincin bermata pelangi itu untukmu

dan hanya untukmu

Catatan : alam semesta merekam setiap kata-kata kita

Tuhan bakal menjawab isi hati

manusia hanya bisa menunggu dan menunggu

Advertisements

3 responses to “Chatting

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s