That Is Jazz…HUH!

Apa yang ada dipikiran anda ketika mendengar istilah Jazz? Musik, kaum budak,
umpatan, atau apa? Oke..oke..,intinya begini,…ini adalah cerita tentang jazz, ya..jazz  menurut saya sendiri.Konon,kata orang orang barat disana jazz yang barangkali anda kenal sebagai salah satu corak, jenis, atau bahasa gaulnya genre,  dalam sebuah aliran musik sering disebut sebagai satu satunya kesenian asli Amerika.musik abad keduapuluh yang tak tertandingi.namun diluar pemahaman/pengertian tersebut,musik jazz hanya didiskudsikan secara dangkal dan tanpa informasi memadai dimedia-media masa populer atau bahkan dikalangan sebagian besar cendekiawan musik(John F Szwed ,memahami dan menikmati jazz). Baru baru ini saya berkesempatan nonton pentas musik Jazz, dan tidak tanggung-tanggung lokasinya disebuah pedesaan yang mayoritas petani.Sebentar….sebentar…anda jangan berimajinasi dulu membayangkan, merasakan lalu menciptakan sesuatu yang bahkan anda sendiri belum tahu bentuk serta rasa dari sesuatu yang anda bayangkan…Bagaimana?..Oke!! Nah, cerita kembali berlanjut. Tanggal 24 Nov 2008 didaerah Bantul,tepatnya desa Tembi diadakan sebuah acara dengan tema NgayogJazZ yang disponsori oleh salah satu produsen rokok besar di Indonesia. Dibeberapa titik dan ruas jalan yang dianggap strategis terdapat panggung yang lumayan besar dan tentunya beserta alat musik dan sound system komplit. Total stage/panggung ada lima(jng ditambahi kalimat rupa-rupa warnanya).Terdapat sejumlah groub band yang namanya sudah tidak asing lagi ditelinga para pelaku, penikmat, pendengar,dan yang tidak tahu sama sekali apa itu jazz. Sungguh berbahagialah bagi orang-orang yang tidak tau dan tidak mau tahu apa itu jazz. Maaf…tdak ada maksud apa-apa saya mengartikan mereka yang tidak tau apa itu jazz tergolong orang-orang yang berbahagia.he..he..he..Yuk, kita sedikit flash back mundur kebelakang dan berhenti tepat dimana pada masa itu jazz lahir dan tumbuh berkembang.Siapkan mata anda untuk terus membaca dan beri kebebasan pada pikiran anda untuk berimajinasi, berkelana dan singgah disebuah warung angkringan dengan menu yang semuanya berbau jazz. Ada najazz gorjazz (nasi goreng), Teh jazz (teh jahe), pisang gorjazz, sego samjazz, sego osenk2 jazz, dan sayup-sayup terdengar rintihan nada-nada ganjil dari seorang lelaki tua duduk disamping bak sampah. Suaranya blues serak, anehnya lagi ia memainkan siternya secara ngejazz…..

I’m a fool to want you
I’m a fool to want you
To want a love that can’t be true
A love that’s there for others too
I’m a fool to hold you
Such a fool to hold you
To seek a kiss not mine alone
To share a kiss the Devil has known
Time and time again I said I’d leave you
Time and time again I went away
But then would come the time when I would need you
And once again these words I’d have to say
I’m a fool to want you
Pity me, I need you
I know it’s wrong, it must be wrong
But right or wrong I can’t get along
Without you
Time and time again I said I’d leave you
Time and time again I went away
But then would come the time when I would need you
And once again these words I’d have to say
Take me back, I love you
Pity me, I need you
I know it’s wrong, it must be wrong
But right or wrong I can’t get along
Without you
Song : Ella fitzgerald

Awal Mula Jazz

Kurang lebih hampir seratus tahun usia jazz dimuka bumi ini.Tahun persisnya dihitung sendiri aja ya.Tetapi ada beberapa versi yang mengatakan bahwa jazz lahir sekitar tahun 1890-an.Jika sejarah jazz ditulis dan diulang sepenuhnya dan dimasukkkan ragtime sebagai bagian dari asal usulnya, nama-nama seperti Scott joplin dan joseph lamb pantas berada diurutan depan.Tahun 1915 rekaman pertama senaiman jazz kulit hitam(rekaman Lionel Balasco, “Junk Man Rag”) paling tidak bisa memberi jawaban bahwa ragtime sebagai bagian dari asal usul jazz (versi saya seperti itu).Oh ya tokoh-tokoh ragtime seperti Duke Ellington dan Benny Morten sangat berperan pada masa itu.
New Orleans disebut-sebut sebagai tempat lahir dan berkembangnya jazz.Disepanjang jalan-jalan, dalam ruang ruang, kelab kelas bawah diwilayah Storyville juga antara warga kelas pekerja Afro-Amerika dipinggir kota dan warga kulit putih dipusat kota, jazz selalu terdengar.Sungguh menyenangkan jika kita bisa menetapkan tanggal awal mula jazz secara pasti, tapi selama ini kita bergantung pada rekaman. Kita sering terdorong untuk menyebut tahun 1917,yaitu tahun dimana Original Dixieland Jazz Band dari New Orleans pertama kali merekam apa yang kita sebut sebagai jazz.Band-band yang diberi nama jazz atau jass diawal abad 20 bisa jadi memainkan sesuatu yang bisa kita kenali sekarang, atau bisa juga hanya merupakan band panggung yang segar, atau bahkan band “pep”, produk sampingan marching band tapi wujudnya lebih kecil.Masalah lain terletak pada kata jazz itu sendiri yang tidak digunakn oleh banyak musisi selama bertahun-tahun. Jazz, seperti musiknya sendiri adalah kata yang asal usulnya diselimuti ambiguitas dan klaim yang simpang siur. Kata ini diidentifikasi berasal dari prancis, ki-Kongo Kreol Prancis (orng-orang keturunan prancis), “slang” Amerika, atau imajinasi pers.Sekali lagi banyak dari musisiini menyebutapa yang mereka mainkan sebagai ragtime, dan mereka memang sering memainkan komposisirag atau lagu lain dengan frase rag.
Saat pertanyaan “apa itu jazz” ditujukan kepada Louis armstrong, jawabannya yang terkenal adalah “kalau kamu bertanya, kamu tidak akan pernah tahu.” Apapun maksudnya, paling tidk jawaban mbah Louis Armstrong mengimplikasikan bahwa jazz tidak bisa dikenali, meskipun tidak harus dijelaskan dengan kata-kata.Dan memang benar, tidak seperti musik lainnya , jazz menolak definisi. Bahkan kata “jazz” tak teridentifikasi lima atau enam bahasa mengklaimnya, tetapi sejauh ini belum ada yang dapat menentukan sumber linguistiknya secara meyakinkan. Pertimbangan definisi yang biasa digunakan : jazz disebut sebagai musik Afro-Amerika, berasal dari dan untuk orang kulit hitam. Musik improvisasi, musik yang karakternya dibentuk oleh feel ritmik yang disebut swing dan musik yang dipengaruhi oleh blues. Sepanjang sejarah jazz, orang-orang dari berbagai ras dan etnik, orang kulit putih dari beberapa bangsa, orang Kuba, Meksiko, penduduk asli Amerika, Haiti, dan dari luar Amerika, beragam orang eropa terlibat dalam proses penciptaannya. Yang makin membingungkan, sepanjang setengah abad terakhir, jazz tidak terlalu populer lagi dikalangan keturunan Afro-Amerika maupun sebagian besar orang Amerika.

*Bersambung *

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s