Cedhak tanpa senggolan adoh tanpa wangenan.

(Mistik Kejawen,Suwardi Endraswara

Seperti angin datang dan pergi begitu saja,begitu juga dirimu hanya meninggalkan jejak kosong dihatiku.Kalau dihitung secara matematis atau berdasarkan dengan hari, jam ataupun weton,…hehehehe…primbon banget ya masihlah terlalu kecil hubungan itu untuk dikaitkan dengan ramalan-ramalan jawa kuno yang membuatku heran karena sampai sekarang tetap saja dipakai sebagai standar pelaku-pelaku dunia klenik.Janin barangkali lebih pas diibaratkan dalam huhungan kita yang sangat spesial, mungkin malah teramat spesial.Sampai dengan kata terakhir spesial tiba-tiba saja jariku berhenti, otakku tumpul, hatiku ngilu.Seluruh energiku seperti ditarik paksa, kembali ke dua minggu yang lalu dalam sebuah panggung teater dimana aku berperan menjadi penyiar radio.Oh ya mungkin kalian sedikit bingung ketika membaca cerita ini, intinya begini..namaku kuncoro.Sering dipanggil teman teman kuncrit, kuncung, luken, gambul dsb.Sehari hari aku berstatus pengangguran sejati(secara fisik)dan menurutku ini tidak seimbang dengan pikiranku yang selalu kemruyek (Bs.Jw)dengan ide ide pengin begini pengin begitu hahahaha….asli aku tidak bermaksud sombong.Menjadi penyiar radio adalah salah satu ketertarikanku yang akan segera kunaikkan levelnya menjadi hobby.Dua tahun bergumul dalam dunia radio membuatku harus bersikap cerdas dalam apa saja(tuntutane cen ngono).Hingga tiba hari dimana aku merasa gairahku layu semangat yang telah berakar dan menancap begitu dalam dihatiku limbung seperti ikan kena potas.Aku telah kehilangan dirimu dan hanya jejak kosong yang kau tinggalkan dihatiku.

Untuk seorang kawan, sahabat, saudara yang selalu menyapaku ketika aku siaran.

Senja Di pinggir Makam

Usai sudah iringan itu pergi melepas

Seorang sahabat

Kekasih

Saudara

Atau apa saja kita menyebutnya

Seekor gagak belum juga usai melantunkan kidung kematian dirimbun kamboja

Saudaraku,

Kekasihku,

Sahabatmu datang

Sambutlah kesedihanku untuk kau jadikan kalung yang melingkar dinisanmu

Tak sanggup kuucapkan kata-kata

Karena kata-kata malah membuat dukaku seemakin membara

Asap kemenyan ratus dupa kembang aneka warna kusertakan dalam keabadianmu

“lihatlah saudaraku,bagaimana aku melewati 40 hari kepergianmu dalam sendiri”

Saat itu juga dengan sengaja aku mengutuk Tuhan

Saudaraku,

Kekasihku,

“Apakah aku berdosa karena mengutuk Tuhan?”

Ataukah ini salah satu bentuk ketidak terimaanku akan yang namanya takdir?

Kekasihku,

Hari ini sengaja kutinggalkan sepotong senja dalam istighfarku

Untuk bisa kau bawa menuju nirwana

Kepada Surya anak QZRUH yang meski baru sebentar mengenalmu dan tidak pernah bolos menyapa ketika aku siaran.Sorry bro, aku tidak bermaksud apa-apa ketika aku menulis cerita ini, semata mata hanya bentuk empatiku yang belum mengenalmu tapi telah menyihirku begitu kuat karena sosok Deva pacarmu yang begitu setia menasehatimu lewat SMS ketika aku lagi siaran, dan satu yang masih mengganjal dihatiku, aku masih punya hutang denganmu bro…kau ingat kan kita pernah kangsenan mau ketemu dan ngobrol seputar genk QZRUHmu yang rencananya akan kusiarkan live diradio…

Misteri, ah..Tuhan memang gudangnya rahasia.

Kepada Deva

Dak sebar kembang

Sandhuwuring sajadah

Dadia donga ; pikuwat

Kanggo kupu kang suwek suwiwine

Sajerone ati

Sawuse sedina adus riwe, luh, lan rah

Sadurunge wengi mawartakake urip anyar

Bebarengan jumangkah tumekaning tamu :

srengenge kang bakal nguripake urip sejati

Membaca SMS terakhirmu waktu aku siaran semakin membuat aku semakin takjub, heran, sekaligus konyol.Apakah cinta itu memang identik dengan tiga kata yang kusebutkan tadi.Aku seperti larut dalam SMS yang kau kirimkan untuk Surya pacarmu lewat radio Lima Cemara FM ketika aku siaran.Bagiku kau seperti sumber mata air (TUK bs.jw) jernih, memikat siapa saja untuk berhenti sejenak sekedar membasuh kaki, mandi atau minum barang seteguk untuk melepas dahaga sembari rerasan dengan seorang ibu yang lagi asyik ngumbahi popok anaknya yang berumur 2 bulan, atau seperti Sugeng mantan pentolan teater Kobar yang sabarnya tak acungi jempol sepuluh ketika ngancani anak-aanak berlatih, atau cheppy yang bagi anak-anak teater EmBe GKJ Jatimulyo diibaratkanMother Theresa (ra tau bosen tombok &njajakke dlm setiap proses)Gusti mesti mbales chep!!!

Sangat amat konyol ketika SMS terakhirmu tertulis bahwa kaupun juga akan menyusul pacarmu Surya yang telah ndisiki ketemu Gusti.Aku berharap itu hanyalah ledakan emosi sesaat yang belum bisa kau kendalikan.Perlu diingat disekelilingmu teramat banyak orang-orang yang sangat peduli dengan keadaanmu saat ini, kuulangi sekali lagi teramat banyak orang-orang yang sangat peduli dengan keadaanmu saat ini.Bagiku ketika kau melakukan tindakan konyol ingin menyusul pacarmu Surya dengan dalih inilah bentuk kesetiaanku padamu…..hahahahaha…..konyol Dev…teramat konyol bahkan konyol sukonyol (petilan dialog naskah konglomerat burisrawa).Jangan menggantungkan kebahagiaan diri kita ke pasangan. Jika selama ini kita berpikir bahwa kebahagiaan kita bergantung pada pasangan, maka kita salah. Kita boleh jatuh cinta pada siapa saja namun tidak berarti bahwa orang tersebut dapat membuat kita bahagia. Kebahagiaan diri kita bergantung pada kita sendiri dan jangan sesekali kita memusatkan seluruh hidup dan perhatian

hanya pada satu orang saja karena jika demikian, berarti kita telah menutup wawasan dan kesempatan untuk menjadi lebih baik bagi diri kita sendiri. Perlu Deva ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,

Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,

Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,

Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Epilog

Setiap kita kenal sama orang, berarti kita jg harus siap kehilangan orang.

Setiap kita ketemu orang, berarti kita juga harus siap berpisah.

ada awal, ada akhir

alfa omega

tapi kenapa kita nggak pernah bisa ngertiin atau mau tahu dengan akhir?

Manusia, gak pernah sadar apa yg dimilikinya sampai kita bener-bener kehilangan itu

Intinya pergunakan sisa hidupmu hanya untuk memberi dan berbagi apapun bentuknya.Urip mung mampir ngombe cah ayu…,so keep smile, positif thinking.

Catatan :

Sampai hari ini aku belum pernah bertemu muka dengan alm Surya dan pacarnya Deva.Pernah kucoba hubungi via telpon tapi tidak diangkat bahkan setelah itu nomornya tidak bisa dihubungi.Hingga sekarang keberadaan Deva menjadi misteri, terutama untuk diriku sendiri.

20 Nov 2008

Advertisements

6 responses to “

  1. …akhirnya aku sedikit bernafas lega, karena tiga hari kemudian Deva SMS ketika temanku lagi siaran (penyiar yang lain), dan sewaktu aku siaran Deva kembali hadir dan menyapa sobat Tepis(program siaran yang kubawakan)malah dia mengajak untuk bertemu dan bercerita sekedar mengurangi beban berat pikiran dan hatinya, cuma waktunya dia belum bisa menentukan karena dia masih shock berat.Gusti….tengkyu banget,aku ngerti panjenengan bakal ngijabahi dongaku.

  2. Minggu kemarin aku melayat ke Bandung, bapak dari teman baruku meninggal. Teman baruku ini namanya Iman Soleh, seniman teater dari Bandung, pentolan komunitas Celah-Celah Langit. Malam sepulang dari sana, lewat sms aku bertanya, “Ketika semua palayat sudah pada pulang, segala bentuk penghiburan berangsur surut, dan yang tertinggal hanya Akang dan Teteh di rumah, apa yang Akang rasakan?” Tak perlu lama menunggu, datanglah jawaban, “Hidup asalnya sendiri, jadi kalau kembali sendiri, ya itulah inti hidup, kalau sedih tak diajarkan. Jadi ya sangat biasa, menjadi luar biasa karena ditinggalkan yang dicintai. Jadi sedihnya luar biasa ….”

  3. Yah… Moga az Deva bisa berpikiran lebih dewasa y ncrit…
    Jd tambah pandangan hidupquw, betapa kerasnya kita melawan hidup yang ada di dunia ini… Dibandingkan aq, mungkin aku pun mempunyai segudang masalah, tapi… masih banya org yang mempunyai segudang masalah…
    Aq pun g boleh ego sama pandanganquw, aq harus tetap menerima kritik dan saran dari semua sahabat dan keluargaku…
    Dan kita tetap harus berjuang mampertahankan yang ada di depan kita…

  4. Ngomong2 soal kematian, aku baru saja melayat, Kun. Minggu kemarin aku menyaksikan penguburan jenazah bapak teman baruku. Teman baruku ini namanya Iman Soleh, seorang seniman teater, pentolan komunitas Celah-Celah Langit. Malamnya, sepulang dari sana, saya bertanya kepadanya lewat sms, “Ketika semua pelayat sudah pulang, segala penghiburan berangsur surut, dan yang tertinggal hanya Akang dan Teteh, apa yang Akang rasakan saat itu?” Tak perlu lama menunggu, balasan pun datang, menyergap dan memapahku, “Hidup asalnya sendiri, jadi kalau kembali sendiri, ya itulah inti hidup, kalau sedih tak diajarkan. Jadi ya sangat biasa, menjadi luar biasa karena ditinggalkan yang dicintai. Jadi sedihnya luar biasa ….”

  5. Wealah Kun … mbasan nggambleh dowo banget. Aku tiap hari juga siaran. Pendengarnya borto; aqua butut di depanku. Mangkane banyune saya buthek.

    Terus ga lama lagi ada JakJazz di Jakarte. Aku cukup tutup kuping dan mengkhayalkannya saja. Wis wareg.

    Nggih mboten mbak Deva?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s